Catatan Pembaharu

The World We Live In – The Killers

Posted by: Kamal Mahmudi on: Juli 31, 2011

A: Kalau udah punya penghasilan sendiri, kamu bakal taat bayar pajak ga?
B: Kalau ada cara biar ga bayar, mending ga bayar. Paling juga dikorupsi. Dari pada dimakan koruptor mending kusumbangkan ke fakir miskin ato anak yatim. Masih banyak orang yang lebih membutuhkan.
A: Bukannya pembangunan negara juga butuh dana ya? Kalau bukan lewat pajak, gimana caranya kamu berkontribusi untuk membangun negara ini?
B: Lewat zakat, infak, dan shadaqah lah.

TOTAL BULLSHIT. Orang kaya gini nih yang selalu membenarkan tindakannya dengan menganggap dirinya lebih baik dari yang lain. Nanti kalau dapat kesempatan korupsi uang negara, dalam pikirannya “mending aku yang ngambil, dari pada si X, mana pernah dia terlibat aktivitas sosial, sementara aku harus menyumbang ke sekolah, panti asuhan, bla bla bla…”

Jangan juga bawa-bawa label AGAMA sebagai alasan. Kalau memang taat BERAGAMA, bukankah lebih baik ikut membayar pajak? Kalau memang benar sistem perpajakan kita tidak mendukung pembangunan negara, mengapa tidak terlibat aktif membenarkannya? Kalau memang tidak tertarik terlibat langsung, lagi-lagi sebagai orang yang BERAGAMA, mengapa tidak tetap membayar pajak dengan pikiran “mudah-mudahan pajak yang kubayarkan tidak dikorupsi, tidak disalahgunakan, dan dapat mendukung kemajuan negara, jika memang pajak ini dikorupsi, semoga yang melakukan korupsi diberikan kesadaran dan mau berubah.” Katanya berdoa sebelum makan, berdoa sebelum ujian, berdoa ketika dihadapkan dengan beratnya cobaan. Betapa pelitnya tidak mau mendoakan orang lain walau orang itu berbuat jahat sekalipun. Bukankah kita lebih menginginkan orang yang berbuat keji itu sadar, memperbaiki kesalahannya, dan turut mengajak ke kebaikan?

Jangan juga bawa-bawa label AGAMA sebagai alasan. Alasan apalagi yang akan diberikan ketika nanti enggan berinfak atau bershadaqah? Atau bahkan sudah lupa akan kewajiban berzakat?

They’ve never contributed a fucking thing to the country they love to criticize.” – [Critical Acclaim - Avanged Sevenfold]

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.