Posted by: Kamal Mahmudi on: November 3, 2010
Ada sebuah pelajaran berharga yang saya dapatkan hari ini. Siapa yang mengira kalau semuanya berawal dari proses back up data melalui media DVD Drive. Perlu diketahui bahwa rata-rata pertambahan data baru di harddisk saya setiap minggunya sekitar 5 GB. Artinya setidaknya setiap minggunya perlu menghabiskan satu buah DVD agar harddisk tidak penuh. Meskipun tidak dapat dijadikan pembenaran, secara naluri, manusia lebih memilih menunda kewajibannya di saat ada waktu luang. Tentu saja demikian, kalau tidak tentu tidak akan ada orang bijak yang mengatakan bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian. Tapi bukan itu pelajaran berharga yang didapatkan hari ini.
Untuk mengimbangi penggunaan DVD kosong yang cukup besar, perlu dilakukan pemasokan stok DVD yang besar. Dengan label yang sama kita bisa dapatkan 100 DVD dengan harga 75 DVD satuan. Meskipun sudah membanding-bandingkan harga, lagi-lagi bukan pelajaran ekonomi yang berharga di hari ini.
Beralih ke DVD Drive, perangkat ini udah berumur tiga tahun lebih, jadi rasanya wajar aja kalau proses back up terasa memakan waktu lebih lama dari masa awal pembelian. Bahkan ketahanannya patut dipertimbangkan, misalnya sebaiknya tidak terburu-buru membakar DVD baru di hari yang sama. Dan tentu saja sabar bukanlah pelajaran berharga yang didapatkan hari ini.
Jadi ceritanya, sebelum melakukan proses pembakaran data ke DVD, tepat ketika membaca tulisan “1-16X Speed” di label DVD, terlintas di pikiran, mengapa ditulis satu sampai sekian bila pada akhirnya semua orang menggunakan kecepatan maksimum? Memang siapa gerangan yang mau bersabar membakar dengan kecepatan yang lebih lambat dari kecepatan yang sebenarnya dapat dia gunakan?
What? Challenge accepted! Biasanya saya membakar DVD dalam kecepatan maksimum DVD Drive yaitu 18X, kali ini saya turunin dua poin lebih rendah jadi 16X. Setelah melakukan konfigurasi sederhana, pembakaran dimulai sambil ditinggal melanjutkan serial TV yang sempat terpotong. Anehnya kecepatan yang telah dikurangi dua poin ternyata selesai lebih cepat dua menit, dan mungkin bila seandainya DVD yang keluar diukur suhunya, mungkin dapat mencapai dua derajat celcius lebih rendah dari biasanya.
Seakan tak percaya, saya coba ulangi untuk data lain yang kebetulan siap untuk di-back up. Ternyata hal yang sama terulangi, proses lebih cepat dan tidak membuat DVD yang keluar terasa panas, dan hebatnya DVD Drive tidak mengalami kesulitan membakar dua keping DVD berturut-turut. Saya ulangi proses ini sampai benar-benar tidak ada lagi data yang dapat saya bakar hanya untuk memastikan semua kondisi. Dan lagi-lagi sampai DVD keenam pun tidak ada masalah yang muncul, dan performansinya tidak jauh berbeda dengan proses pembakaran DVD pertama di hari ini.
Sebenarnya sebagian hati ingin mencari sebab penyebab dari peristiwa ini, tapi perasaan sudah terarah pada suatu kesimpulan. Keping DVD belum siap dibakar dengan kecepatan 18X, padahal DVD Drive ini dibeli di kala keping DVD rata-rata beredar dengan kecepatan 8X dan saat ini sudah muncul DVD Drive yang jauh lebih kencang dari yang saya miliki.
Kalau boleh sedikit bijak, rasanya ingin sekali menyampaikan bahwa sistem yang mampu menggerakkan dengan cepat terkadang justru melambatkan partisipan jika partisipan ternyata memang belum siap dengan pergerakan yang cepat. Jadi jangan berbangga dengan sistem yang bagus, hati-hati, karena ternyata bila kita belum siap, bisa jadi kita ibarat keping DVD tadi.
“These lessons that we’ve learned here, have only just begun.” – [Kings And Queens - 30 Seconds To Mars]