Top of The World – The All-American Rejects
Tak diragukan lagi, setiap orang memiliki sifat bangga melihat kemajuan suku bangsanya. Setiap warga negara Indonesia pun memimpikan kemajuan bangsanya, memimpikan bangsanya menjadi bangsa yang terbaik di muka bumi ini. Kita tentu akan senang dan bangga bila melihat orang Indonesia memenangkan berbagai kompetisi internasional.
Namun, hal tersebut tidak sepenuhnya benar. Manusia memang terlahir sebagai makhluk sosial, tetapi untuk melengkapinya manusia memiliki sifat politis. Implikasinya manusia memang senang melihat orang lain bahagia, tetapi tidak dapat dipungkiri manusia pun tak jarang senang melihat orang lain celaka. Bila di awal dikatakan kita tentu akan senang dan bangga bila melihat orang Indonesia memenangkan berbagai kompetisi internasional, akankah kita senang melihat teman menjadi lebih baik dari kita? Pertanyaan ini mungkin terdengar sepele, tetapi bila dipersempit dalam beberapa hal seperti perolehan nilai di kelas atau hasil akhir suatu pertandingan, hal ini akan semakin jelas membuktikan sisi yang justru yang bertolak belakang dengan statemen awal.
Tidak jarang seseorang menyindir atau menyudutkan orang lain yang sedang berusaha mendapatkan hasil yang maksimal. Kata “bermanfaat” pada “sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain” seolah mengalami penyempitan makna. Secara munafik para pengejar akademis dianggap orang yang tidak mau berkorban hanya karena orang yang menganggap demikian tidak memiliki harapan untuk mencapai hasil yang lebih baik dari mereka.
“A hypocrite, you’re just a contradiction. Rapped up in your lies who knows what’s real.” [Welcome to Hell - Sum 41]
Kasus ini merupakan kasus paling biasa di negeri yang katanya menginginkan kemajuan di segala bidang ini. Hal ini mungkin tertanam sejak pendidikan dasar yang mampu menjadikan seseorang juara bila dia melebihi kemampuan para pesaingnya. Setiap kemajuan yang dialami tak jarang langsung dibandingkan dengan kemajuan orang lain. Bukan hal yang buruk bila kita mendapatkan ternyata teman kita jauh lebih baik dari kita lalu kemudian kita senang dan bangga akan kemajuannya serta mencoba ikut menjadi lebih baik lagi. Namun yang sering terjadi justru kita mengharapkan teman kita tidak mengalami kemajuan sehingga kita dapat menjadi yang terbaik.
Akhir-akhir ini sering terdengar pula komentar tidak enak dari beberapa orang yang menganggap cara yang dilakukan temannya menggapai suatu mimpi terlalu berlebihan. Secara tersirat tampak mereka tidak senang melihat temannya menjadi lebih baik. Dengan alasan hanya untuk bersenang-senang mereka telah menyembunyikan keinginannya untuk menjadi yang terbaik dan ternyata justru merasa terpukul melihat temannya mempersiapkannya dengan baik untuk mencapai hasil yang maksimal.
Kesalahan kita dalam menyikapi kemajuan orang lain justru membuat dunia ini menjadi lebih terpuruk. Bagaimana mungkin negeri ini dapat maju jika kita masih senang melihat teman kita tidak lebih baik dari kita? Bagaimana mungkin dunia ini menjadi lebih baik bila kita masih senang melihat negeri lain tidak lebih maju dari kita? Kita boleh menjadi yang terbaik bila kita juga mendukung teman kita untuk menjadi yang terbaik. Kita boleh menjadi yang terbaik bila kita menganggap kemajuan teman kita adalah cambuk bagi kita untuk berusaha lebih keras dan lebih baik dari sebelumnya.
Januari 26, 2009 at 10:46 pm
ntahlah apakah gw termasuk di dalamnya. tapi gw benci ambisiusitas (bener ga sih istilahnya) walaupun gw tetep memiliki target dan memiliki pedoman mana yang harus dilakukan dan mana yang harus tidak dilakukan.
Tapi tulisan lo sangat ilmiah. semoga melekat di hati mereka (dan saya)
Januari 27, 2009 at 2:36 pm
tp tetap lho, walo bagaimanapun juga masih ada orang yg perhatian ma temennya, buktinya ada d if yg berencana mw se-kos ma nak yg malas, biar tu anak mw berubah, salut juga aw dibuatnya.
Februari 5, 2009 at 5:09 pm
wah ni tulisan, judul-judulnya disambungin ma judul lagu y, kreatif juga
Juni 11, 2009 at 5:15 pm
the all american reject????? uawchhhhhhhh
Juni 11, 2009 at 5:15 pm
ya ya ya
Juni 20, 2009 at 12:59 am
mang kenapa mbak?
Juli 20, 2009 at 12:48 pm
Truzz AARnya mana ????
Juli 25, 2009 at 10:19 am
Sepertinya Anda harus membaca pos #1… ^^y