It Must Have Been Love – Roxette
Sebenarnya kejadian utamanya tidak terlalu menarik untuk dibicarakan, namun posting ini diperlukan sebagai dokumentasi waktu dari kejadian yang jarang terjadi – terakhir kali 27 Agustus 2008 – dan selalu kutunggu ini selain itu setting lokasi serta peran tokoh yang terlibat dalam kejadian sore ini bisa dikatakan mengingatkanku dengan sebuah cerita berikut:
Misalkan kamu sedang mengendarai sebuah mobil di tengah hujan badai hingga akhirnya melewati sebuah halte bis. Di sana ada tiga orang yang sedang menunggu bis, seorang nenek tua yang sekarat, seorang dokter yang pernah menyelamatkan hidupmu sebelumnya, dan seorang pria/wanita yang selama ini kamu impikan untuk menjadi pendamping hidup di sisa hidupmu. Di mobilmu hanya tersisa tempat kosong untuk satu orang. Siapa yang akan kamu pilih untuk menempati ruang kosong di mobilmu?
Pada dasarnya setiap jawaban memiliki alasan yang kuat. Nenek tua harus diselamatkan terlebih dahulu walaupun setiap orang pasti merasakan akhir hidupnya. Sementara, ini merupakan kesempatan yang sempurna untuk membayar hutang budi kepada dokter yang telah menyelamatkan hidupmu sebelumnya walaupun tidak sedikit orang yang percaya kamu dapat membayarnya nanti. Dan kamu belum tentu dapat menemukan kekasih yang sempurna begitu kamu melewati kesempatan ini.
Sebuah jawaban menarik muncul dari salah seorang dari dua ratus kandidat staff sebuah perusahaan besar. “Give the car key to the doctor, let the doctor take the old lady to the hospital and I stay to wait for the bus with the lady of my dream.”
Meski ending cerita tersebut sangat mengagumkan, sebenarnya tetap saja masih membingungkan apakah orang tersebut benar-benar tulus dalam memberikan tempat kosongnya kepada dokter dan nenek atau hanya sekedar memperoleh simpati dari pujaan hati. Seperti kejadian utama, tidak jarang kita tidak menginginkan diri kita tertangkap basah melakukan sesuatu yang tidak layak seperti tidak jarang kita menginginkan diri kita terkesan baik.
“A hypocrite. You’re just a contradiction.” [Welcome to Hell - SUM 41]
November 20, 2008 at 10:52 pm
hahaha, jawaban yang cerdas. gw ga menyangka…. gw mah bakal berkata “dokter biar Tuhan yang bales, nenek biar Tuhan yang urus, Cewekku juga biar Tuhan yang milihin”
?
Desember 16, 2008 at 5:00 pm
masih tetap kamal yang dulu….